You’ve read the books,
You’ve watched the shows,
What’s the best way no one knows, yeah,
Meditate, get hypnotized.
Anything to take from your mind.
But it won’t go
You’re doing all these things out of desperation,
Ohhh woah,
You’re going through six degrees of separation.
You hit the drink, you take a toke.
Watch the past go up in smoke.
Fake a smile, yeah, lie and say that,
I’m better now than ever, and your life’s okay
Well it’s not. No
You’re doing all these things out of desperation,
Ohhh woah,
You’re going through six degrees of separation.
First, you think the worst is a broken heart
What’s gonna kill you is the second part
And the third, is when your world splits down the middle
And fourth, you’re gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have messed up a little.
(No, no, there ain’t no help, it’s every man for himself)
You tell your friends, yeah, strangers too,
Anyone’ll throw an arm around you, yeah
Tarot cards,
Gems and stones,
Believing all that shit is gonna heal your soul.
We’ll it’s not, no
You’re only doing things out of desperation,
Ohhh woah,
You’re goin’ through six degrees of separation.
First, you think the worst is a broken heart
What’s gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you’re gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have messed up a little.
No there’s no starting over,
Without finding closure,
You’d take them back,
No hesitation,
That’s when you know you’ve reached the sixth degree of separation
No there’s no starting over,
Without finding closure,
You’d take them back,
No hesitation,
That’s when you know you’ve reached the sixth Degree of separation
First, you think the worst is a broken heart
What’s gonna kill you is the second part
And the third, Is when your world splits down the middle
And fourth, you’re gonna think that you fixed yourself
Fifth, you see them out with someone else
And the sixth, is when you admit that you may have messed up a little.
free write
Randy melirik adiknya dengan kesal. Dua minggu ini Fandy bertingkah seperti orang brengsek dan gila. Randy maklum pada minggu pertama. Mungkin masih menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Tapi ini sudah keterlaluan. Fandy terus saja marah-marah sama mrs. Larkin, maid house mereka dan perkaranya sepele saja, mrs. Larkin yang baik itu lupa menyimpan dimana jaket baseball Fandy.
Majalah yang sedang dibacanya dilempar secara sembarang, “Fandy!” ujar Randy tegas.
…
Cheryl bingung udah dua minggu ini kakaknya bertingkah aneh. Seperti orang PMS. Sejak pulang dari rumah Kak Fandy dan tau kak Fandy pindah Cathy uring-uringan, sering senewen. Terus kalau lama ngomel, diam dan ngga mau bicara lagi. Lalu selama kak Andra datang ke rumah jarang banget kak Cathy bicara. Cuma mendengarkan kak Andra yang juga terlihat heran dengan perubahan sikap Cathy.
Ini pasti ada hubungannya dengan kak Fandy. Kata Cheryl dalam hati. Lagian aneh juga sih, Cheryl juga terkejut dengan keindahan Fandy yang tiba-tiba. Cathy dan Fandy berteman sejak kecil. Orang tua merekapun dekat. Tapi kenapa berita kepindahan kak Fandy keluarga terasa mendadak?.
Cheryl angkat bahu lalu meraih handphonnya dan memencet nomor kak Andra.
…
Dua minggu sudah dia tidak melihat Cathy. Gelisah karena kangen. Pasti ia rasakan. Fandy sengaja memutus semua kontak dengan Cathy mulai dari kontak BBM sampai sampai unfollow dan block twitter Cathy. Semua sudah dilakukan. Fandy juga tau kelakuannya seperti anak-anak, dia tidak dewasa. Tapi biar, harga dirinya sekarang tidak mengijinkan dirinya tersentuh Cathy. Tidak.
…
Sudah dua minggu Fandy pindah. Kangen dan marah itu yang Cathy rasakan. Cathy juga kecewa.Cathy memutuskan untuk tidak menghubungi Fandy, Cathy mau Fandy yang meminta maaf padanya. Tidak perlu ia mencari Fandy. Tidak.
Di titik ini Cathy sudah sangat marah, tapi juga bingung dan frustasi. Karena Fandy tidak memberitahunya. Fandy memang memberitahunya, tapi dengan cara yang menyebalkan yang membuat Cathy menyangka Fandy membual. Dan apa katanya Fandy mencintainya?. Cinta?.
Cintakah ia pada Fandy?. Dia sayang sama cowok itu, keberadaannya dalam diri Cathy sangat besar. Karena mereka tumbuh bersama. Cathy tidak tahu apakah perasaannya untuk Fandy tertukar dengan perasaannya untuk Andra tertukar. Cathy menganggap keduanya penting baginya. Tapi ia terkejut begitu ia bertanya pada dirinya sendiri, siapa yang ia pilih jika keduanya jatuh kedalam jurang?.
Jawabannya : Fandy
Cathy dengan segera meraih ponselnya dan mencari kontak Fandy di mencoba meneleponnya tapi gagal. Mengecek kontak bbmnya nihil, twitter, facebook?. Telat. Fandy sudah menutup semua akun media sosialnya. Cathy tidak mau mencoba mengirim Fandy e-mail karena tahu Fandy tidak akan menjawabnya.
Marie Antoinette (1755–1793), Queen of France, in a Court Dress by François Hubert Drouais, 1773 France, the Victoria & Albert Museum
François Hubert Drouais (1727-1775) was born in Paris. He trained with his father, Hubert Drouais (1699-1767) and then with Donat Nonotte (1708-1785), Carle van Loo (1705-1765), Charles-Joseph Natoire (1700-1777) and François Boucher (1703-1770). He became a member of the Académie Royale in 1755 and achieved quickly a great success as a portrait painter, receiving prestigious commissions, especially from the court.
This painting is a portrait of the Dauphine Marie-Antoinette, consort of the future king of France, Louis XVI, at the age of 17. It depicts the princess in a lavish court dress adorned with sumptuous jewels. This portrait was used as a model for a tapestry made in the Royal manufactory of the Gobelins by the Cozette father and son in 1775. This portrait is a good example of French state portraits of the 18th century and the representation of an almighty royalty about to fail in a few years time.
(Source: Spotify)
memoire
Gue baru sadar kalo dunia gue cuma ngorbit di lintasan yang itu itu aja. I mean hidup gue cuma kisaran situ situ aja, tempat yang sama, dan orang orang yang sama. Tanpa gue sadari orang orang itu ngorbit dilintasan lain mereka punya lintasan lain selain mampir dilintasan gue. Jujur aja itu bikin gue kesepian.
Gue sih tau kenapa gue cuma ngorbit di satu lintasan yang sama. Itu karena lintasan itu zona aman dan nyaman gue. Menurut teori seseorang yang ga gue inget rasa aman dan nyaman merupakan basic needs manusia. Setuju pangkat sejuta deh.
Once upon a time there is a person. Lintasannya sama persis sama gue, engga deng beda tipis. Gue seneng setengah mati jalan sama dia. But there goes the time change people, that person ganti lintasan dan gue ditinggal.
It happens a lot. Its kinda hurt but once again time healing people.
Anyway ini bukan kisah cinta, ini cuma gue dan renungan gue aja.
free write
Fandy sudah memutuskan apapun yang terjadi dia harus pergi ke Amerika bersama kedua orang tuanya. Alasan yang terkuat karena Cathy. Fandy tahu dia orang yang pengecut. Terlalu takut mengakui perasaannya pada Cathy. Juga terlalu takut kehilangan Cathy. Intinya sekarang Fandy perlu pergi. Dia tidak mungkin memiliki Cathy lagi, karena sudah ada Andra disampingnya. Dan Cathy bahagia. Fandy mencintai Cathy dan ingin memilikinya. Tapi Fandy tidak akan sanggup mendoakan putusnya Cathy dengan Andra. Dia, Fandy tidak akan sanggup meminta ketidak bahagiaan untuk Cathy. Juga tidak sanggup melihat Cathy bahagia dengan pria lain.
Fandy membelasakan earphonenya ke dalam tas. Ayah dan ibunya sudah ribut sejak tadi. Penerbangan mereka malam ini. Semua sudah diangkut ke mobil. Fandy beranjak menyusul orang tuanya ke mobil, menghela nafas panjang. Dia sengaja berohong pada Cathy.
“Bye Cat”
…
Cathy belun sepenuhnya mengerti apa maksud Fandy tadi. Cathy sempat menangis tadi. Tapi dia merasa hal itu konyol ketika dia melirik kalender.
1 April
Sialan si Fandy. He’s fool was damn good. Cathy hampir percaya. Dan dia hampir mengambil mobilnya menyusul Fandy. But nooo nooo she would not give in. Cathy tersenyum menyusun rencana untuk membalas Fandy. Ya ya ya besok dia akan datang ke rumah Fandy. Pagi pagi buta, membangunkannya dan menyelipkan sekilo rambutan ke dalam selimutnya. Cathy tertawa keras keras mengingat Fandy nyaris pingsan begitu melihat kotak bekalnya berisi penuh rambutan ketika mereka kecil. Besok dia pasti pingsan, for real.
Cathy heran runah Fandy tampak sepi. Mang Jajang yang biasa menyapu di halaman rumah Fandy pagi pagi baru saja muncul dari tikungan.
“Neng Cathy?” Sapa mang Jajang heran.
“Eh. Mang tunben baru dateng, bukain dong mang saya mau ngerjain Fandy nih” kata Cathy ceria.
“Loh? Den Fandy belum bilang memang kalo aden Fandy dan keluarga pindah ke Amerika neng” kata mang Jajang.
…
free write
‘Gua udah di depan rumah lo, cepet keluar’ bbm yang masuk itu membuat Cathy mengernyit. Ada apa nih ga ada angin ga ada hujan Fandy memintanya keluar. Masuk aja sih, toh selama ini dia selalu begitu.
Tapi Cathy turun juga dan melihat Fandy didepan rumahnya belum turun dari motornya. Wajah Fandy ngga biasa, Cathy tidak tahu, yang jelas ada yang ga beres sama cowok yang sudah kama jadi sekutu abadinya.
“Kenapa lo?” Tanya Cathy sambil membuka pagar rumahnya.
“Gue cuma bentar kok, gue cuma mau ngasih tau besok gue pindah ke State” kata Fandy tanpa preambule apapun. Di telinga Cathy itu seperti lelucon.
“Siang siang bolong gini lo udah ngayal Fan” kata Cathy sambil nyengir.
Fandy menggelengkan kepalanya. “Gue serius Cat, sebenernya gue berat ngomong ke elo tapi gue takut ga ketemu lagi sama lo Cat” desah Fandy, Cathy terkejut, gadis itu hapal benar suara Fandy kalo sedang serius, seperti ini. Tapi Cathy malah mencari mata Fandy, mengantisipasi apabila Fandy tiba yiba tertawa dan ternyata semua inu cuma guyonan yang biasa dilakukan Fandy.
Semenit….
Dua menit…
Cathy tidak bereaksi, begitu juga Fandy. Mereka terdiam.
“Berapa lama Fan?” Tanya Cathy. Sadar dan yakin Fandy tidak bercanda. Hatinya tiba tiba berat.
“Gatau Cat, tergantung bokap gua” sahut Fandy lirih.
“Kenapa Fan? Kenapa lo baru kasih tau gue sekarang?” Cathy tiba tiba marah. Tangannya dengan segera memukul mukul bahu Fandy.
“Gue takut lo marah, dan akhirnya gue ga bisa ninggalin elo Cat” Fandy mencengkram kedua tangan Cathy dengan putus asa. Cathy mulai menangis. Tapi dia ga tau apa arti perkataan Fandy.
“Gue sayang sama lo Cat, lebih dari sahabat. Gue cinta sama lo, cinta cowok ke cewek, tapi sekarang ga mungkin Cat, lo udah jadi milik Andra…”
“Itu aja Cat, yang mau gue omongin, thank you for all crazy thing and time that you spend with me, lo temen gua yang paling gila Cat” Fandy melepas tangan Cathy yang terkulai, lalu memakain helmnya dan memacu motornya meninggalkan Cathy yang tidak diberi kesempatan bicara. Karena Fandy tahu, kalau sampai Cathy bicara, tekad Fandy pasti melemah.